<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/platform.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar/9127589673325255643?origin\x3dhttp://meguminobu.blogspot.com', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script> <iframe src="http://www2.blogger.com/navbar.g?targetBlogID1837349476514296927&blogName=eggiines piiggy&publishMode=PUBLISH_MODE_BLOGSPOT&navbarType=SILVER&layoutType=CLASSIC&homepageUrl=http%3A%2F%2Feggiinespiiggy.blogspot.com%2Findex.html&searchRoot=http%3A%2F%2Feggiinespiiggy.blogspot.com%2Fsearch" height="30px" width="100%" marginwidth="0" marginheight="0" scrolling="no" id="navbar-iframe" frameborder="0"></iframe> <div id="space-for-ie">

The Girl

Megumi Nobu .

Tagboard

Cbox .


Profile

Megumi Nobu .
17 May 1986
Ryokushoku o Obita
15
Email : Click Here

Cravings

A Bestfriend
A Loyal Boyfriend
A Real Family
Upgrading my Power

Way Out
Memories

Januari 2010
Maret 2010

Music

Imeem . Music Codes Here :D

♥ 0 Songs Currently Playing ♥

Credits

Designer & Image: Agnes
Base Code: Tammy
Inspirations: Milky
Image Host: Tinypic
Others: Dorischu


Senin, 25 Januari 2010

I ♥ Hello Kitty

Megumi sedang kesal. Dan itu artinya orang-orang yang berada di dekatnya diharap untuk berhati-hati karena bisa saja terkena dampratannya. Gadis belia itu kesal karena permintaannya untuk membawa seorang pelayan ke Ryokubita tidak direstui oleh Takeda-san; yang tentunya diperintahkan oleh nenek perawan kita tercinta yang berkubang di kuil entah dimana. Persetan.

Gadis belia itu tak bisa membayangkan dirinya harus mengurusi semua keperluannya sendiri di Ryokubita nanti. Membeli buku pelajaran saja dia sampai harus bertengkar dengan pegawai tokonya karena dia tak bisa mengambil sendiri. Bagaimana nanti di Ryokubita? Bukankah tinggal sendiri itu berarti masak sendiri, mencuci sendiri, menyetrika dan melipat baju sendiri? Demi Susanno yang tampan, sejak kapan seorang Megumi Nobu melakukan semua itu tanpa dibantu oleh pelayan? Rasanya, dia ingin menangis saja.

Meskipun Takeda-san sekarang membawakan semua barang-barangnya sampai ke dalam gerbong kereta, tetap saja setelah ini Takeda-san akan pergi dan dia lagi-lagi sendiri. Dia tahu bahwa uangnya takkan banyak berguna saat di Ryokubita nanti; dia sudah mendengar dari Takeda-san bahwa di Ryokubita tidak ada pusat perbelanjaan, tak ada televisi dan tidak ada kemewahan seperti yang selalu dikecapnya selama ini.

Satu tahun penuh akan dia lewati tanpa shopping di butik-butik terkenal, tanpa berpesta dengan teman-teman modelnya, tanpa fans-fans yang mengerubutinya dan tanpa pakaian-pakaian ber-merk yang tentunya akan terlihat mencolok jika dia pakai di Ryokubita. Neraka. Bayangan-bayangan tentang tempat itu bisa disamakan dengan neraka bagi Megumi. Satu-satunya hal yang membuat gadis belia itu bersyukur akan kepergiannya ke Ryokubita adalah kenyataan bahwa dia tak perlu lagi bertemu muka dengan Jun-kun.

Untung saja agensinya pada akhirnya bisa memberikan toleransi atas kepergian model andalannya. Tentu dengan syarat Megumi harus mengirimkan foto-foto selama dia di Ryokubita setiap minggunya dan meng-update kisah kehidupannya bersekolah pada agensi—untuk dijual pada media, tentu saja. Untuk itu, Takeda-san membawakannya sebuah notebook yang bisa tersambung ke internet.

Megu memperhatikan Takeda-san yang sibuk membereskan barangnya di dalam gerbong lalu mengamati saat pria itu berpamitan dan kemudian pergi meninggalkannya tanpa sedikitpun membuka mulut. Dia tahu saat ini merengek pun takkan ada gunanya. Gadis belia itu sedang tidak dalam mood baik untuk bertegur sapa. Jadi, maaf saja apabila dia tidak mempedulikan siapapun yang ada di dalam gerbong itu. Dengan gestur gusar, Megu membanting bokongnya ke atas kursi empuk di dekat jendela. Kedua hazelnya menatap keluar jendela—tatapannya kosong. Dia mendengus pelan. Mencoba menahan airmata yang menggantung di sudut matanya.

Jangan ganggu dia jika kau tak ingin terkena semprotannya.




"Aku tak mau meninggalkan pekerjaanku! Pokoknya tidak!"
"Ini tanggungjawab yang harus kau emban, Megumi. Kau sudah ditakdirkan untuk meneruskan darah penyihir di keluarga Nobu."
"Tanggungjawab yang bahkan aku sendiri tidak menginginkannya?! Omong kosong!"
"Takdirmu yang memilih dan kau pun harus mengakui bahwa kau menyukai kekuatan yang kau miliki. Benar?"
"..."
"Pergilah dan kau akan mengerti bahwa kebahagiaan itu tidak hanya berasal dari harta dan kemewahan."
"Baiklah, Nek."


Hazelnya masih menerawang ke luar jendela saat Ryokubita Shinkansen mulai bergerak membawa seluruh murid menuju Stasiun Hakamadote. Tatapannya bersirobok dengan langit malam yang berhiaskan bintang-bintang, hanya saja benaknya tidak sungguh-sungguh ada disana. Gadis belia itu teringat kata-kata nenek dari pihak keluarga ayahnya ketika menceramahi dirinya tentang tanggungjawab dan warisan darah siluman di tubuhnya selama berjam-jam. Ceramah yang mungkin hanya akan dikiranya sebagai dongeng khayalan si nenek tua jika saja dia tidak menyadari bahwa dia memang memiliki kekuatan aneh.

Yume mitai.*

Ia meremas kedua tangannya sendiri; merasa takut akan kekuatan aneh yang ia miliki. Meski ia sudah mulai mampu mengontrol kekuatannya, tetap saja ia merasa takut akan masa depan yang menantinya. Ia yang selama ini bermimpi menjadi supermodel terkenal, tak pernah bersentuhan dengan hal-hal ajaib—tiba-tiba saja disodori kenyataan baru dengan paksa. Bahwa seorang Megumi Nobu tak hanya merupakan pewaris tunggal harta grup Nobu tetapi juga pewaris kedua dari darah siluman yang mengalir dalam keluarganya. Bahwa seorang Megumi Nobu harus mengemban tanggung jawab dan tugas penting demi kelangsungan keluarga Nobu.

Persetan dengan itu semua. Megumi sama sekali tidak mengerti mengapa harus dirinya yang terpilih. Dan apa hubungannya sihir dengan kelangsungan keluarganya?

Nenek tua itu bilang bahwa ia adalah gadis beruntung, begitu pun dengan Takeda-san. Kedua orangtuanya tak berkomentar apa-apa selain dua kata 'oh, ya' saat ia menghubungi mereka. Mereka semua tak mempedulikan pendapat Megumi sebagai korban kesemena-menaan status darah keluarganya.

Zurui.**

Lamunannya buyar ketika sebuah suara tenor khas lelaki menggema di telinganya. Hazelnya bergulir menatap si penyapa yang ternyata adalah Ikuya, lelaki menyebalkan yang dikenalnya saat di toko es krim.

"Sini, kita ngobrol sedikit bersama-sama, mau?"

Ya, lelaki itu menyebalkan karena tetap bersikap baik padanya bahkan setelah diperlakukan dengan tidak menyenangkan. Saat itulah gadis belia itu menyadari bahwa Hiro pun ada disana. Mereka berdua teman dekat sepertinya. Ia melemparkan senyuman tipis pada mereka berdua dan menggeleng singkat.

"Aku sedang tak ingin ngobrol." Maaf.

Label:


Been Here @ 05.46